Jumat, 11 April 2014

Kethoprak | GEGER PACINAN


Kethoprak Ringkes Tjap Tjonthong
GÈGÈR PACINAN
Naskah 
Drs. Susilo Nugroho 

Gedung Concerthall Taman Budaya Yogyakarta,
25 dan 26 April 2014, Pukul 20.05 WIB.

Tim Sutradara : Marwoto Kawer dan Susilo Nugroho; Penata Iringan :Warsana Kliwir ; Penata Artistik : Rio Srundeng dan Eko ; Penata Cahaya : Edo Nurcahyo ; Pimpinan Produksi : Nicky Nazaready ; Pemain : Bagong Trisgunanto, Marwoto Kawer, Den Baguse Ngarso, Hargisundari, Nano Asmorodono, Kocil Birawa, Sarjono, Bayu Sugati, Bayu Saptama, Rini Widyastuti, Ngatirah, Rio Srundeng, Novi Kalur, Sronto, Doyok Kadipiro, Kliwir, Maryono, Anom, Dugul, Catur Benyek, Ranto, Yoga, Eko,Nicky.

GÈGÈR PACINAN

V.O.C alias kumpeni membuat aturan baru dan mendadak. Khusus etnis Cina di Betawi yang tinggal lebih dari sepuluh tahun dikenai pajak baru yang sangat memberatkan. Bagi yang tidak mampu membayar langsung dipenjara. Tindakan yang semena mena ini memancing emosi banyak orang. Di bawah pimpinan Kapten Sepanjang ( Souw Phan Ciang ), mereka memaksa petugas untuk mengeluarkan rekan rekan mereka yang telanjur dipenjara. Tentu saja tindakan ini menimbulkan kemarahan Kumpeni.
Pertempuran tidak dapat dihindarkan, tetapi Kumpeni gagal menangkap Kapten Sepanjang. Ia telah melarikan diri ke Jawa Tengah. Kemarahan Kumpeni dilampiaskan kepada semua orang Cina di Betawi. Mereka yang tidak tahu menahu persoalan dibunuh. Ribuan orang menjadi korban, yang masih hidup segera melarikan diri. Dalam penyelamatan diri itu pun menimbulkan kesengsaraan bagi pelakunya, seperti isteri Nie Hoe Kong yang harus kehilangan semua hartanya atau Nyah Nganten seorang Jawa bersuamikan orang Cina yang menjadi stress karena kehilangan anak dan suaminya.
Di Jawa Tengah Kapten Sepanjang mendapat sambutan hangat dari para petinggi Kasunanan Surakarta seperti Tumenggung Martayuda, Patih Natakusuma maupun Pangeran Mangkubumi. Bahkan Sunan Pakubuwono II pun ikut mendukung. Kekuatan orang Jawa yang jauh lebih banyak itu sempat merepotkan Kumpeni.
Dalam menghadapi kekuatan besar itu, Kumpeni mampu memecah kekuatan. Patih Natakusuma ditangkap, Kapten Sepanjang terpisah dari barisan dan melarikan diri. Kekuatan semakin melemah, karena Sunan Pakubuwono II secara mendadak berbalik arah, ganti mendukung Kumpeni. Bahkan ia memerintahkan Pangeran Mangkubumi untuk menangkap para pemberontak. Bila berhasil akan diberi hadiah daerah Sukawati.
Pangeran Mangkubumi segera melaksanakan tugas. Tumenggung Martapura diminta menghentikan pemberontakan dan diajak menyusun kekuatan bila ia telah mendapat kekuasaan di Sukawati. Bahkan nantinya kekuasaan di Sukawati dapat digunakan untuk meyusun kekuatan bersama Kapten Sepanjang ataupun orang lain yang menolak keberadaan Kumpeni. Ajakan itu berhasil. Keadaan menjadi tenteram.
Tiba tiba ada berita mengagetkan. Atas desakan Kumpeni, Sunan Pakubuwono II membatalkan pemberian hadiah, tanpa alasan yang jelas. Kebijakan itu membuat marah Pangeran Mangkubumi. Ia ingin menegakkan keadilan di negeri ini. Sungguh suatu keinginan yang mulia. Tetapi Ia tidak menemukan jalan lain, kecuali perang melawan Kumpeni. Artinya akan muncul korban korban baru seperti orang orang Cina di Betawi, Isteri Nie Hoe Kong atau Nyah Nganten yang stress itu.

1 komentar:

Nicky Nazaready S.Pd. mengatakan...

Sekedar pernyataan :
KAMI DARI PRODUKSI KETHOPRAK RINGKES LAKON GEGER PACINAN MENYATAKAN BAHWASANNYA DJARUM FOUNDATION TIDAK TURUT SERTA SEBAGAI PENDUKUNG/SPONSOR PEMENTASAN GEGER PACINAN. DESAIN TERSEBUT ADALAH DESAIN AWAL YANG TIDAK KAMI GUNAKAN UNTUK PROMOSI EVENT.
JADI MATERI PROMOSI PEMENTASAN GEGER PACINAN YANG RESMI ADALAH MATERI YANG TIDAK TERCANTUM LOGO DJARUM FOUNDATION.
DEMIKIAN PEMBERITAHUAN INI KAMI SAMPAIKAN KEPADA PEMILIK BLOG "JOGJA TEATER ONLINE" KARENA MASIH BELUM MENGGANTI MATERI PUBLIKASI DENGAN MATERI YANG TELAH KAMI BERITAHUKAN MELALUI PESAN PRIBADI SAUDARA.
YOGYAKARTA 7 MEI 2014
NICKY NAZAREADY
PIMPINAN PRODUKSI GEGER PACINAN